Berita Hot & Up To Date

Kategori: Sports

Temukan perkembangan terbaru dalam olahraga. Juga mencakup segala hal mulai dari hasil pertandingan terkini hingga berita tentang pemain dan tim favorit Anda.

Yan Couto: Ubah Warna Rambut Demi Timnas Brasil

Bentuk Penghormatan Terhadap Timnas Brasil, Yan Couto Rela Ubah Warna Rambut

hantengri.org – Yan Couto, bek yang mewakili tim nasional Brasil. Baru-baru ini membuat perubahan signifikan dalam penampilannya dengan mengubah warna rambutnya dari merah muda menjadi hitam. Penampilan baru ini terlihat saat ia bermain untuk Brasil dalam beberapa pertandingan persahabatan. Sebelumnya, Couto dikenal dengan rambut berwarna merah muda saat membela Girona di LaLiga pada musim 2023-2024 yang lalu.

Keputusan untuk mengubah warna rambut ini didasari oleh permintaan langsung dari pihak timnas Brasil. Couto sendiri mengakui bahwa awalnya ia tidak sepenuhnya setuju dengan pandangan bahwa warna rambut merah muda bisa mempengaruhi kesan seriusnya sebagai seorang atlet. Namun, sebagai bentuk penghormatan terhadap timnas dan untuk mendukung persiapan pertandingan, ia memilih untuk mematuhi permintaan tersebut.

Baca juga: Inggris vs Serbia: John Stones Absen karena Sakit

Musim lalu, Couto tampil mengesankan bersama Girona dengan mencatat 39 penampilan di Liga Spanyol, membantu timnya meraih peringkat ketiga. Meskipun fokusnya saat ini berada pada kariernya bersama tim nasional Brasil. Dengan perubahan penampilan ini, Yan Couto menunjukkan fleksibilitasnya dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan timnas. Kehadirannya sebagai bagian dari skuad Brasil.

Dedikasi Kepada Timnas Brasil yang Sangat Besar dalam dirinya Perlu diacungkan Jempol

Pada saat bersama klub Girona, Yan Couto memutuskan untuk mewarnai rambutnya merah muda untuk menyesuaikan diri dengan tren yang sedang populer di kota tersebut. Girona terletak di Catalonia, Spanyol, di mana gaya dan tren fashion sering kali menjadi bagian penting dari budaya lokal. Mengadopsi warna rambut merah muda adalah cara bagi Couto untuk menunjukkan gaya pribadinya dan mungkin juga untuk merayakan keterlibatannya dengan klub tersebut.

Namun, ketika Yan Couto bergabung dengan tim nasional Brasil, dia memilih untuk mengakhiri fase rambut merah mudanya. Ini mungkin mencerminkan perubahan fokusnya dari tren lokal di Spanyol ke identitasnya sebagai pemain sepak bola Brasil yang serius. Dengan mengecat rambutnya kembali menjadi hitam. Couto mungkin ingin menunjukkan konsentrasi pada kariernya dan menyerap budaya tim nasionalnya dengan lebih dalam.

Sekarang, Brasil bersiap untuk Copa America 2024 di Amerika Serikat, di mana mereka tergabung dalam Grup D bersama Kolombia, Paraguay, dan Kosta Rica. Ini adalah kesempatan bagi Couto dan rekan-rekannya untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung internasional. Untuk memperebutkan gelar prestisius di turnamen paling bergengsi di Amerika Selatan.

Inggris vs Serbia: John Stones Absen karena Sakit

Jelang Inggris vs Serbia, Salah Satu Pemain Andalan Absen

hantengri.org – John Stones, bek timnas Inggris, diragukan untuk bisa tampil di laga pembuka Euro 2024 dengan Inggris vs Serbia pada Minggu, 16 Juni 2024. Di Stadion Arena AufSchalke. Berdasarkan laporan dari SkySports, Stones menderita sakit perut dan tidak mengikuti latihan pagi di Resor Weimarer Land Spa dan Golf resort di Blankenhain pada Rabu, 12 Juni 2024. Meskipun begitu, FA tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang penyakit tersebut. Hanya menyatakan bahwa Stones sedang sakit dan absen dari latihan.

Baca juga: Alvin dan Avila Bahar, Meraih Podium di Malaysia!

Absennya Stones dalam latihan tidak berkaitan dengan cedera pergelangan kaki yang sebelumnya ia alami. Dalam tiga bulan terakhir, Stones hanya bermain penuh dalam beberapa kesempatan, menimbulkan kekhawatiran tentang kebugaran fisiknya menjelang turnamen besar ini. Penyakit yang dideritanya menjelang laga pembuka ini menimbulkan spekulasi bahwa ia mungkin tidak akan dimainkan penuh. Bahkan jika ia pulih sebelum hari Minggu. Keterbatasan waktu pemulihan dan kondisi fisik yang belum optimal membuat keputusan untuk menurunkan Stones di laga pembuka menjadi pertimbangan penting bagi pelatih timnas Inggris. Absennya Stones bisa menjadi tantangan bagi tim dalam menghadapi Serbia, mengingat perannya yang vital dalam lini pertahanan.

Absen dari Sang Bek Andalan Ini Memberikan Dampak Besar

Menurut reporter senior SkySports, Rob Dorsett, absennya Stones akan berdampak signifikan, terutama karena ia adalah salah satu pemain senior di lini pertahanan Inggris, terutama mengingat tidak adanya Harry Maguire. Stones memiliki 72 caps, sementara Marc Guehi. Yang diperkirakan akan menjadi starter bersama Stones jika fit, hanya memiliki 11 caps dan belum pernah bermain di turnamen besar. Pilihan lain, seperti Lewis Dunk, yang memiliki enam caps, dan Ezri Konsa, yang hanya memiliki empat caps, juga dipertimbangkan. Joe Gomez sering bermain sebagai bek sayap musim ini untuk Liverpool. Dorsett merasa bahwa Konsa mungkin akan menjadi pilihan karena Dunk juga mengalami masalah cedera.

Inggris berada di Grup C Euro 2024 bersama Serbia, Slovenia, dan Denmark. Berikut daftar pemain belakang timnas Inggris untuk Euro 2024:

  • Lewis Dunk (Brighton & Hove Albion)
  • Joe Gomez (Liverpool)
  • Marc Guehi (Crystal Palace)
  • Ezri Konsa (Aston Villa)
  • Luke Shaw (Manchester United)
  • John Stones (Manchester City)
  • Kieran Trippier (Newcastle United)
  • Kyle Walker (Manchester City)

Alvin dan Avila Bahar, Meraih Podium di Malaysia!

Alvin dan Avila Bahar Meraih Kejuaraan Balap Mobil di Malaysia

hantengri.org – Ini adalah pencapaian luar biasa bagi Alvin Bahar dan Avila Bahar dalam kejuaraan balap mobil Malaysia Championship Series di Sepang International Circuit! Avila berhasil menempati podium ketiga bersama Putera Adam pada race pertama. Meskipun harus menghadapi tambahan bobot dan penalty waktu pitstop terlama. Ini menunjukkan keterampilan dan ketangguhan Avila sebagai pembalap muda.

Baca juga: VinFast: Menjadi Perusahaan Paling Berpengaruh di Dunia!

Sementara itu, Alvin Bahar, sebagai pembalap senior, juga memberikan kontribusi yang signifikan dengan meraih podium ketiga bersama Farriz Fauzy pada balapan utama Minggu. Ini menegaskan bahwa keahlian balap mobil dalam keluarga Bahar adalah warisan yang kuat.

Tentu saja! Prestasi ini sungguh menjadi sumber kebanggaan bagi kedua pembalap dan bagi Indonesia secara keseluruhan. Ini menandakan bahwa Indonesia terus menunjukkan potensi yang luar biasa dalam ajang balap mobil regional. Semoga kedua pembalap ini terus mengukir prestasi gemilang di masa depan, memberikan inspirasi bagi generasi mendatang, dan membawa nama baik Indonesia di panggung balap dunia.

Kesuksesan Besar Ayah dan Anak Asal Indonesia

Avila Bahar, seorang lulusan baru dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Telah memasuki dunia balap sebagai pembalap tamu untuk Honda Malaysia Racing Team (HMRT). Bersama ayahnya, Alvin Bahar, mereka membentuk tim yang kuat untuk menghadapi Malaysian Championship Series tahun ini. Avila telah menunjukkan dedikasinya dengan turun di kelas M-Production bersama pembalap top Malaysia, Putera Adam.

Kehadiran mereka dalam Round 2 tentu menjadi momen bahagia bagi Alvin dan Avila Bahar. Setelah kembali ke Jakarta, mereka kini fokus pada persiapan untuk International Sentul Series Of Motorsport (ISSOM) yang akan digelar pada 22-23 Juni 2024 di Sentul Circuit. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk meraih hasil maksimal sebelum kembali turun di seri 3 Malaysia Championship pada 10-11 Agustus mendatang.

Baca juga: KTM Prioritaskan Pedro Acosta daripada Marquez!

Alvin Bahar, sebagai pemimpin Honda Racing Indonesia. Menyatakan keyakinannya bahwa mereka dapat mencapai hasil yang maksimal dengan persiapan yang matang untuk ISSOM dua pekan mendatang. Ini menunjukkan komitmen mereka untuk terus meningkatkan performa dan menghadapi tantangan dengan sikap yang mantap.

KTM Prioritaskan Pedro Acosta daripada Marquez!

Alasan Mengapa KTM Utamakan Pedro Acosta

hantengri.org – Tim KTM Racing telah mengeluarkan pernyataan mengenai spekulasi terkait keinginan untuk merekrut Marc Marquez dari Gresini Racing. Mereka membantah adanya pembicaraan konkret untuk membawa juara dunia MotoGP enam kali tersebut ke tim mereka. Masa depan Marquez di MotoGP 2025 sudah terjawab, di mana pebalap berjuluk Baby Alien itu akan bergabung dengan Ducati Corse, menggantikan Enea Bastianini. Marquez akan bertandem dengan juara dunia MotoGP 2022 dan 2023, Francesco Bagnaia, yang sebelumnya dirumorkan akan digantikan oleh Jorge Martin dari Pramac Racing.

Baca juga: Como 1907: Alexis Sanchez Ingin di Rekrut!

Sementara itu, KTM memutuskan untuk merekrut Pedro Acosta sebagai pengganti Jack Miller untuk MotoGP 2025. Pedro Acosta, yang merupakan pebalap dari GASGAS Tech3, akan dipasangkan dengan Brad Binder. Acosta, yang baru berusia 20 tahun, telah menunjukkan penampilan impresif dalam tujuh seri balapan MotoGP 2024. Hubert Trunkenpolz, anggota dewan Pierer Mobility Group, menyatakan bahwa perpanjangan kontrak dengan Acosta menjadi prioritas utama mereka belakangan ini. Hubert menambahkan bahwa tidak ada negosiasi konkret dengan Marquez sebelum 2025, karena prioritas utama mereka adalah mengamankan Acosta.

KTM Tertarik dengan Pedro Acosta Karena Performa Baiknya

Pedro Acosta telah menunjukkan performa luar biasa di MotoGP 2024 dengan dua kali naik podium, yang telah berhasil meyakinkan petinggi KTM untuk menggantikannya dengan Jack Miller. Suatu hal yang dianggap tidak akan mungkin terjadi jika ia harus berbagi garasi dengan Marc Marquez.

KTM juga memiliki alasan strategis lain dalam keputusan ini. Mereka tidak menginginkan perhatian yang mungkin timbul jika Marquez berada di tim mereka. Marquez, dengan statusnya sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa, cenderung menarik banyak sorotan media dan penggemar, yang bisa mengalihkan fokus dari pengembangan Acosta. Dengan demikian, KTM ingin memastikan bahwa Acosta mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dalam usahanya mencapai target menjadi juara MotoGP, terutama saat Marquez masih aktif berkompetisi.

Baca juga: Nasi Porang: Apakah Boleh Memakannya Setiap Hari untuk Diet?

Saat ini, Acosta berada di posisi kelima dalam klasemen sementara dengan perolehan 101 poin. Ini adalah pencapaian yang impresif mengingat usianya yang masih muda dan musim kompetisi yang masih berlangsung. Acosta telah menunjukkan konsistensi dan kemampuan bersaing di tingkat tertinggi, yang memberikan harapan besar bagi masa depan karirnya.

Seri kedelapan MotoGP 2024 akan berlangsung di Sirkuit Assen, Belanda, pada 28-30 Juni mendatang. Merupakan salah satu sirkuit yang paling ikonik dan bersejarah di kalender MotoGP. Dengan dukungan penuh dari KTM dan performa yang terus meningkat.

Endrick: Usai Mencetak Gol Pakai Nomor Keramat Timnas Brasil!

Endrick Cetak Gol Penentu dalam Kemenangan Brasil atas Meksiko

hantengri.org – Bocah ajaib Timnas Brasil, Endrick, mencetak gol penentu di injury time untuk kemenangan 3-2 atas Meksiko dalam laga uji coba pada Sabtu (8/6/2024). Memanfaatkan umpan silang Vinicius Jr, gol ini merupakan gol pertama Endrick dengan nomor punggung 9. Yang sebelumnya dipakai legenda seperti Ronaldo Nazario.

Baca juga: Arema FC: Pastikan Akan Menggunakan Pelatih Asing!

Endrick, yang menjawab kritik tentang ukurannya, menyatakan pentingnya pengambilan posisi di lapangan. Timnas Brasil selanjutnya akan menghadapi Amerika Serikat dalam persiapan terakhir jelang Copa America 2024. Di mana Brasil tergabung di Grup D bersama Kolombia, Paraguay, dan Kosta Rika. Endrick berharap membawa Brasil menjuarai Copa America.

Endrick Menjawab Kritik dan Memecahkan Rekor

Ia mencetak gol pertamanya dengan nomor 9 untuk Brasil, mengatasi kritik tentang ukurannya. Sebelum mengenakan nomor yang ikonik ini, dia telah mencetak gol sebagai pemain pengganti dengan nomor 21. Meskipun fisiknya sering menjadi bahan perdebatan di antara para kritikus. Ia menunjukkan bahwa kemampuan dan posisi di lapangan jauh lebih penting daripada ukuran tubuh. Dalam pertandingan melawan Meksiko, ia membuktikan bahwa dengan keterampilan yang tepat dan pemahaman taktis. Seorang pemain bisa mengatasi kekurangan fisik yang mungkin dianggap menghambatnya.

Baca juga: Beppe Marotta: Resmi Menjadi Presiden Inter Milan!

Penampilan gemilang Endrick ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran dan posisi di lapangan dalam menentukan kontribusi seorang pemain. Dengan mengenakan nomor 9, yang secara tradisional diberikan kepada striker utama. Ia mengambil tanggung jawab besar dan menunjukkan bahwa dia bisa memenuhi ekspektasi tinggi yang datang dengan nomor tersebut. Golnya yang menentukan dalam injury time tidak hanya membawa kemenangan bagi Brasil. Namun, ini juga menyampaikan pesan kuat bahwa kualitas seorang pemain tidak hanya diukur dari ukuran fisik. Tetapi juga dari kecerdasan permainan, keberanian, dan ketenangan di saat-saat krusial. Endrick, meski dengan keterbatasannya, telah menegaskan bahwa ia pantas berdiri di antara para legenda nomor punggung 9.

Persiapan Menjelang Copa America 2024

Timnas Brasil kini akan melanjutkan persiapan mereka menjelang Copa America 2024. Dengan menghadapi Amerika Serikat di Orlando, Florida, pada Rabu (12/6/2024). Brasil tergabung di Grup D bersama Kolombia, Paraguay, dan Kosta Rika. Endrick mengungkapkan ambisinya untuk mempersembahkan gelar Copa America bagi Brasil. “Kami berharap untuk terus bertumbuh, target kami adalah Copa America,” ujarnya menambahkan. “Kami berharap untuk menjuarai Copa America dengan dukungan semua rakyat Brasil.”

Oleh karena itu dengan penampilan gemilangnya, Endrick semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pemain muda terbaik di dunia. Fans Brasil berharap ia dapat membawa kejayaan bagi Timnas Brasil di ajang Copa America mendatang.

Marc Marquez, Andrea Dovizioso di Buat Kagum Saat di Gresini!

Marc Marquez Tampil Memukau Buat Dovizioso Kagum

hantengri.org – Legenda MotoGP, Andrea Dovizioso, menyatakan kekagumannya terhadap performa Marc Marquez bersama Gresini Racing sepanjang musim MotoGP 2024. Marquez telah menunjukkan beberapa penampilan impresif dari tujuh seri balapan yang telah diikutinya. Meskipun belum meraih kemenangan, Marquez telah tiga kali finis di posisi podium. Yang merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dua musim terakhirnya bersama Honda.

Keberhasilan Marquez menarik perhatian petinggi tim pabrikan Ducati Corse. Dengan mempertimbangkan penampilannya yang mengesankan bersama Gresini, Ducati Corse memutuskan untuk merekrut Marquez ke tim pabrikan untuk MotoGP 2025, di mana ia akan berpasangan dengan Francesco Bagnaia. Gresini sendiri merupakan tim satelit dari Ducati dan menggunakan motor Ducati Desmosedici GP23 pada musim ini.

Andrea Dovizioso mengungkapkan harapannya terhadap Marquez. “Semua orang berharap banyak pada Marc, termasuk saya. Marc adalah talenta besar dan saya pikir apa yang dia lakukan serta seberapa cepat dia beradaptasi dengan Ducati adalah sesuatu yang sangat istimewa. Itu sangat sulit,” ujar Dovizioso kepada MotoGP.com. Ia juga menambahkan bahwa meskipun motornya salah satu yang terbaik, cara Marquez mengerem sangat berbeda tahun ini dan ia harus mengubah pendekatannya terhadap pengereman.

Dovizioso Menilai Marc Marquez Bisa Berkembang Besar di Ducati

Dovizioso juga menilai bahwa Marquez masih memiliki ruang untuk berkembang lebih jauh dalam beberapa balapan ke depan. “Masih belum 100 persen menurut saya, dari luar, tapi itu ada. Ini hanya konfirmasi lain tentang bakatnya,” kata Dovizioso. “Ia bisa bertarung di sana meski tanpa motor pabrikan. Tapi saya pikir dia masih memiliki sedikit margin untuk menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

Saat ini, dari tujuh balapan yang telah dijalani Marquez di MotoGP 2024. Ia menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan 136 poin, terpaut 17 angka dari Bagnaia yang berada di posisi kedua dengan motor Ducati.

Salah satu penampilan luar biasa Marquez terjadi di MotoGP Catalunya. Di mana ia mencetak hasil yang mengesankan baik pada balapan Sprint maupun balapan utama. Memulai balapan dari posisi ke-14, Marquez mampu finis sebagai runner-up pada balapan Sprint (25 Mei) dan meraih posisi ketiga dalam balapan utama (26 Mei). Seri MotoGP selanjutnya akan berlangsung di Assen, Belanda, pada 28-30 Juni 2024.

Como 1907: Alexis Sanchez Ingin di Rekrut!

Mengenal Lebih Dalam Tentang Como 1907

hantengri.org – Como 1907 adalah klub sepak bola yang berbasis di Como, Italia, yang telah mencatat beberapa prestasi menonjol dalam sejarahnya. Salah satu pencapaian utama mereka adalah memenangkan Serie B pada musim 1980-1981. Yang merupakan divisi tertinggi kedua dalam liga sepak bola Italia. Kemenangan ini memungkinkan mereka untuk promosi ke Serie A, yang merupakan tingkat tertinggi dalam sistem liga Italia. Menandai momen penting dalam sejarah klub. Namun, keberhasilan mereka di tingkat tertinggi hanya bertahan selama satu musim. Karena mereka terdegradasi kembali ke Serie B pada musim berikutnya.

Meskipun Como 1907 telah mengalami fluktuasi dalam performa mereka sejak itu, klub ini terus berusaha untuk meraih kesuksesan. Prestasi lainnya termasuk mencapai final Piala Italia pada tahun 1986, di mana mereka kalah dari Sampdoria. Meskipun hasil ini tidak menghasilkan gelar, pencapaian mencapai final tetap menjadi sesuatu yang patut dibanggakan bagi klub tersebut. Como 1907 terus berusaha untuk meningkatkan performa mereka dan mengejar kesuksesan lebih lanjut. Dengan harapan dapat kembali meraih prestasi gemilang di tingkat tertinggi dalam sepak bola Italia.

Beberapa Hal yang Membuat Como 1907 Tertarik Pada Alexis Sanchez

Alexis Sánchez adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Cile yang telah mencatat berbagai prestasi dan kontribusi signifikan dalam karirnya. Sejak awal kariernya di klub Cobreloa di Chili. Sánchez telah menunjukkan bakatnya yang luar biasa sebagai pemain serbaguna dengan kecepatan, kelincahan, dan teknik yang luar biasa. Puncak kariernya datang saat ia bermain untuk Barcelona di mana ia menjadi bagian integral dari tim yang memenangkan berbagai gelar. Termasuk La Liga, Liga Champions UEFA, dan Piala Super UEFA. Kontribusinya yang konsisten dalam mencetak gol dan memberikan assist membuatnya menjadi salah satu pemain paling dihormati di dunia sepak bola.

Setelah meninggalkan Barcelona, Sánchez memperkuat Arsenal di Liga Premier Inggris sebelum kemudian pindah ke Manchester United dan Inter Milan. Di setiap klub yang ia bela, Sánchez terus menunjukkan kualitasnya meskipun menghadapi tantangan cedera dan perubahan taktis. Di level internasional, Sánchez juga menjadi pilar penting dalam tim nasional Cile. Membantu mereka meraih gelar Copa America pada tahun 2015 dan 2016. Konsistensinya dalam penampilan baik di level klub maupun internasional membuatnya dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dari generasinya.

Potensi Besar Kedatangan Alexis Sanchez

Ini sepertinya berita menarik tentang potensi transfer Alexis Sanchez ke Como 1907. Yang dipimpin oleh mantan rekan setimnya di Barcelona, Cesc Fabregas. Como 1907 telah berhasil promosi ke Serie A setelah 21 tahun absen, dan kedatangan Sanchez bisa menjadi tambahan berharga untuk skuad mereka.

Sanchez, yang saat ini berusia 35 tahun, masih memiliki hasrat untuk bermain sepak bola, dan Serie A mungkin menjadi tempat yang cocok baginya untuk melanjutkan karier. Koneksi dengan Fabregas, serta kesediaannya untuk berkontribusi di berbagai peran dalam klub. Bisa menjadi faktor penting dalam keputusannya untuk bergabung dengan Como.

Fabregas sendiri telah berperan besar dalam kesuksesan Como, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih tim U19. Keputusan untuk merekrut Sanchez bisa menjadi langkah cerdas bagi Como untuk menguatkan skuad mereka saat memasuki kompetisi Serie A musim depan.

Arema FC: Pastikan Akan Menggunakan Pelatih Asing!

Keputusan Arema FC Tidak Menggunakan Pelatih Lokal

hantengri.org – Selanjutnya, Arema FC memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak pelatih Widodo Cahyono Putro. Meskipun ia berhasil menyelamatkan tim dari degradasi Liga 1 pada musim 2023-2024 yang lalu. Singo Edan menempati posisi ke-15 di klasemen akhir dengan 38 poin dalam 10 pertandingan di bawah Widodo Cahyono Putro. Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema FC, menyatakan bahwa pengganti Widodo Cahyono Putro akan menjadi pelatih asing.

Manajemen Arema FC, yang juga dikenal sebagai Singo Edan. Telah menetapkan tiga nama pelatih asing sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Widodo Cahyono Putro. Yusrinal Fitriandi menyatakan bahwa proses pemilihan pelatih asing ini tidaklah mudah. Para kandidat harus memahami situasi tim yang sedang berjuang untuk bangkit setelah tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 dan visi serta misi mereka harus sesuai dengan karakter Arema.

Berikut Daftar Pelatih Asing Arema FC

Pergantian pelatih yang dilakukan oleh Singo Edan selama beberapa musim terakhir menunjukkan bahwa klub tersebut memiliki kecenderungan untuk mencari pelatih asing sebagai strategi untuk meningkatkan performa tim. Dalam daftar yang Anda berikan, berikut adalah ringkasan dari pelatih asing yang telah melatih Singo Edan sejak tahun 2018:

  1. Musim 2018 – Milan Petrovic (Slovenia): Melatih tim dalam 25 pertandingan.
  2. Musim 2019 – Milomir Seslija (Bosnia): Memimpin tim dalam 44 pertandingan.
  3. Musim 2020 – Mario Gomez (Argentina): Memulai musim tetapi hanya melatih dalam 3 pertandingan karena kompetisi dihentikan akibat pandemi Covid-19.
  4. Musim 2021 – Eduardo Almeida (Portugal): Melatih tim dalam 48 pertandingan.
  5. Musim 2022 – Javier Roca (Chile): Hanya bertahan dalam 12 pertandingan.
  6. Musim 2023 – Fernando Valente (Portugal): Melatih tim dalam 15 pertandingan.

Dari daftar di atas ini, terlihat jelas bahwa Arema FC telah memiliki pengalaman yang cukup beragam dengan pelatih asing dari berbagai negara. Kebijakan klub untuk kembali menggunakan pelatih asing pada musim 2024-2025. Mereka yakin bahwa dengan pendekatan ini, moral dan kepercayaan diri tim akan meningkat menjelang kompetisi yang lebih sengit.

Calvin Verdonk: Proses Beres dan Bisa Main Lawan Filipina!

Resmi Sudah Kehadiran Calvin Verdonk Ke PSSI

hantengri.org – Proses perpindahan Calvin Verdonk dari KNVB ke PSSI telah selesai dan mendapatkan persetujuan dari FIFA. PSSI telah mengirim surat persetujuan dari FIFA ke AFC pada Rabu (5/6/2024). Dengan rampungnya kedua proses ini. Calvin Verdonk dipastikan dapat membela Timnas Indonesia di laga terakhir Putaran Kedua Zona Asia Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Filipina pada Selasa (11/6/2024). Kehadiran Verdonk, yang saat ini bermain untuk NEC Nijmegen di Liga Belanda, akan menambah kekuatan di lini belakang Timnas Indonesia ke depannya.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi proses cepat dan persetujuan dari FIFA yang memungkinkan Verdonk terlibat dalam ronde laga internasional Juni ini. “Sejak kemarin banyak pihak di dalam negeri telah membantu proses Calvin Verdonk untuk segera memperkuat sepakbola Indonesia, terutama menghadapi pertandingan penting bagi langkah Indonesia menuju Piala Dunia 2026,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, pada Rabu (5/6/2024).

Harapan Besar Ketua Umum PSSI Atas Kedatangan Calvin Verdonk

Erick Thohir juga menegaskan komitmen dan kemauan untuk bersaing demi mendapat tempat di skuad Shin Tae-yong. Mengingat stok pemain yang melimpah di beberapa posisi skuad Garuda. “Target saya, kita harus punya 2×11 pemain untuk timnas dengan kekuatan yang merata dan seimbang sehingga meski ada yang absen atau enggan memperkuat timnas, maka kita punya pengganti dengan kualitas yang sama,” tutur Menteri BUMN itu melanjutkan. “Intinya, pemain yang sekarang berkostum Garuda harus serius dan fokus demi mendapat kesempatan membela Indonesia. Timnas hanya untuk pemain yang punya tekad kuat dan mati-matian demi Merah Putih.”

Calvin Ronald Verdonk memiliki darah Indonesia dari ayahnya, Ronald Alting Siberg, yang lahir di Meulaboh, Aceh pada 6 Februari 1958. Verdonk sendiri lahir di Dordrecht, Belanda, pada 26 April 1997, dari ibunya yang bernama Tamara Verdonk. Dia merupakan produk dari akademi Feyenoord Rotterdam. Karier profesionalnya dimulai pada April 2014 ketika ia menandatangani kontrak bersama tim akademi Feyenoord. Dia kemudian mencatatkan debutnya setelah hampir satu tahun, tepatnya pada 8 Maret 2015. Saat membantu timnya menang 3-0 atas Excelsior Rotterdam.

Beppe Marotta: Resmi Menjadi Presiden Inter Milan!

Pilihan Tepat Inter Milan Atas Pengangkatan Beppe Marotta

hantengri.org – Pengangkatan Giuseppe Beppe Marotta sebagai Presiden Inter Milan menandai perubahan signifikan dalam kepemimpinan klub. Sebelumnya menjabat sebagai CEO sejak 2018, Marotta berhasil membawa Inter Milan meraih gelar Liga Italia dua kali, yakni pada musim 2020-2021 dan 2023-2024. Di bawah kepemimpinannya, klub mengalami kebangkitan di ranah domestik dan membuat kemajuan di kompetisi Eropa.

Perubahan kepemilikan, dengan Oaktree Capital Management mengambil alih dari Suning Group karena kesulitan keuangan, menandai babak baru bagi Inter Milan. Meskipun terjadi pergantian kepemilikan, Marotta meyakinkan para penggemar dan pemangku kepentingan bahwa ambisi klub tetap tidak berubah. Fokus tetap pada meraih kesuksesan baik di dalam negeri maupun di Eropa.

Rekam jejak Marotta berbicara untuk dirinya sendiri. Sebelum perannya di Inter Milan, dia telah menjabat di posisi eksekutif di klub-klub Italia lainnya, termasuk Venezia dan Sampdoria. Pengalaman dan keahliannya dalam administrasi sepak bola memposisikannya dengan baik untuk memimpin Inter Milan ke era baru ini.

Komitmen Beppe Marotta Untuk Kemajuan Inter Milan

Pengakuan terhadap upaya bersama semua pihak yang terlibat dalam menjalankan klub selama tiga tahun terakhir menegaskan komitmen Marotta terhadap kerja sama tim dan keunggulan. Keberhasilan Inter Milan dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya merupakan hasil dari dedikasi Marotta sendiri, tetapi juga dari kerja keras semua orang yang terlibat dalam klub. Marotta dengan bangga menyatakan keterlibatannya dalam klub dan tekadnya untuk terus berkontribusi pada kesuksesan Inter Milan.

Dalam upaya membangun kesuksesan baru dan meneruskan legenda sebagai salah satu klub sepak bola terkemuka Italia. Kepemimpinan Marotta menjadi sangat penting. Dengan visi yang jelas dan komitmen yang teguh, dia bertekad untuk membimbing Inter Milan menuju prestasi yang lebih tinggi di lapangan. Namun, Marotta juga tidak lupa untuk menjaga nilai-nilai dan integritas klub di luar lapangan, memastikan bahwa Inter Milan tetap menjadi contoh bagi klub-klub lainnya dalam hal profesionalisme dan dedikasi.

Komitmen Marotta terhadap Inter Milan mencerminkan kesetiaannya pada klub dan aspirasinya untuk terus memperkuatnya. Dengan fokus pada kolaborasi tim dan peningkatan terus-menerus. Marotta berharap dapat membawa Inter Milan ke puncak kesuksesan baru. Membanggakan para penggemar klub dan mengukir sejarah baru dalam dunia sepak bola Italia.

© 2024 Han Ten Gri

Theme by Anders NorenUp ↑